Cara Menghitung Kebutuhan Filament untuk Satu Proyek agar Lebih Efisien

Mengapa Perhitungan Filament Itu Penting?

Dalam 3D printing, filament bukan hanya bahan habis pakai, tetapi komponen utama yang memengaruhi biaya produksi. Banyak maker dan pelaku usaha masih memperkirakan kebutuhan material secara kasar tanpa perhitungan yang jelas. Akibatnya, proyek bisa kekurangan material di tengah proses atau justru menyisakan terlalu banyak stok yang tidak terpakai.

Menghitung kebutuhan filament secara akurat membantu meningkatkan efisiensi biaya, terutama bagi UMKM dan pelaku produksi skala kecil. Dengan estimasi yang tepat, Anda bisa menentukan harga jual lebih akurat dan menghindari pemborosan material.


Gunakan Estimasi dari Software Slicer

Langkah paling praktis untuk menghitung kebutuhan filament adalah melalui software slicer seperti Cura, PrusaSlicer, atau sejenisnya. Setelah file desain dimasukkan dan parameter print diatur, slicer biasanya menampilkan estimasi berat filament (dalam gram) serta panjang filament yang akan digunakan.

Informasi ini sangat membantu karena sudah memperhitungkan infill, ketebalan dinding, layer height, dan support structure. Namun, tetap disarankan menambahkan toleransi sekitar 5–10% untuk mengantisipasi faktor tak terduga seperti brim tambahan atau pengulangan print.

Dengan memanfaatkan fitur ini, Anda tidak perlu menghitung manual dari awal.


Pahami Pengaruh Infill dan Ketebalan Dinding

Besarnya konsumsi filament sangat dipengaruhi oleh pengaturan infill dan wall thickness. Semakin tinggi persentase infill, semakin besar material yang digunakan. Untuk produk dekoratif, infill rendah biasanya sudah cukup. Namun, untuk part fungsional, infill yang lebih tinggi mungkin dibutuhkan demi kekuatan tambahan.

Ketebalan dinding juga memiliki dampak signifikan terhadap penggunaan material. Penyesuaian kecil pada parameter ini dapat mengubah total konsumsi filament secara keseluruhan. Karena itu, penting untuk menyesuaikan setting dengan kebutuhan fungsi produk, bukan sekadar menggunakan preset standar.


Hitung Total untuk Produksi Banyak Unit

Jika proyek mencakup produksi lebih dari satu unit, kalikan estimasi berat dari slicer dengan jumlah produk yang akan dibuat. Jangan lupa menambahkan cadangan untuk kemungkinan kegagalan print.

Sebagai contoh, jika satu produk membutuhkan 120 gram filament dan Anda ingin mencetak 10 unit, maka kebutuhan minimal adalah 1.200 gram atau 1,2 kg. Dengan tambahan toleransi, Anda bisa menyiapkan sekitar 1,3 kg agar lebih aman.

Perhitungan sederhana ini membantu memastikan proyek berjalan tanpa gangguan akibat kekurangan material.


Perhatikan Konsistensi Material

Selain menghitung jumlah, kualitas dan konsistensi filament juga memengaruhi efisiensi. Filament yang stabil membantu mengurangi risiko print gagal, sehingga perhitungan konsumsi material lebih akurat.

Material yang konsisten juga memudahkan penyesuaian setting dan mengurangi kebutuhan reprint. Dalam jangka panjang, hal ini membantu menjaga efisiensi biaya produksi, terutama untuk proyek komersial.

Untuk memastikan estimasi konsumsi material Anda berjalan sesuai rencana, gunakan filament yang konsisten dan terkontrol kualitasnya. Kreafil, sebagai produsen filament 3D printing Indonesia, siap mendukung kebutuhan proyek Anda dengan material yang stabil dan efisien untuk berbagai skala produksi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select your currency
IDR Indonesian rupiah